Perkembangan Mental Anak

No Comments
Perkembangan Mental Anak. Mendidik mental anak sangat penting untuk dilakukan sejak anak usia dini. Kenapa itu sangat perlu dilakukan? Sebab ketika menjelang dewasa, cara berpikir anak lebih cenderung akan dipengaruhi oleh mental yang pada saat itu dimiliki oleh anak tersebut. Misalnya, ketika dewasa mental anak sering merasa takut, maka pada saat setiap kali ia menghadapi suatu permasalahan atau keadaan yang membuatnya merasa sulit, yang lebih banyak ia lakukan tentu saja akan selalu menghindar, karena takut tidak bisa menyelesaikannya setiap persoalan yang dihadapi.

Hal ini tentunya akan berdampak buruk untuk kedepannya. Dan akan sangat sulit sekali bagi orang tua untuk melakukan penyembuahan atau pengobatan untuk merubah mental anak pada saat usianya sudah dewasa. Oleh karena itulah, sebaiknya mendidik mental dan watak anak haruslah dilakukan oleh orang tua sedini mungkin sejak usia anak masih kecil.

Setiap orang tua tentu saja sangat berharap anaknya menjadi anak yang sholeh, taat beribadah, dan memiliki mental yang kuat. Akan tetapi terkadang sebagai orang tua kita salah dalam mendidik anak. Sebab rasa kasihan kalau kita sedikit agak keras dalam memberikan hukuman kepada anak ketika mereka berprilaku salah. Sehingga anak tidak merasa apa yang dilakukannya itu salah. Lambat laun hal ini jika dibiarkan akan membangun mental dan watak anak menjadi sulit untuk diperingati, karena kita terlalu lunak kepada anak saat anak melakukan perbuatan yang salah, meskipun itu dilakukan dengan alasan rasa kasihan kalo dimarahi.

Perkembangan Mental Anak
Pilahannya adalah, ketika kita lebih cenderung merasa kasihan untuk memarahi anak ketika melakukan kesalahan, dan membiarkannya begitu saja tanpa membuat anak jera, maka nantinya anak akan sulit untuk dinasehati, dan lebih cenderung setelah dewasa anak lebih banyak membangkang perintah orang tua. Nah tentu saja sebagai orang tua kita tidak mengharapkan mental anak kita seperti itu setelah ia dewasa.

Jadi, lakukanlah apa yang harus dilakukan. Anda harus memarahinya lalu menasehatinya dan menjelaskan kepada anak bahwa apa yang sudah dilakukannya adalah hal yang salah dan tidak boleh dilakukan lagi, buatlah penjelasan supaya anak bisa menyadari bahwa perbuatannya itu salah. Jangan pernah merasa risi ketika kita memarahinya atau memberi anak hukuman setiap kali anak berbuat salah. Dengan begitu lambat laun akan tercipta mental dan watak yang bertanggung jawab dalam diri anak. Sehingga nanti setelah ia dewasa, anak memiliki rasa tanggung jawab, terhadap setiap hal atau perbuatan yang ia lakukan.

Bisa itu karena biasa. Maka dari itu orang tua harus mendidik anak dengan cara yang benar. Jangan samapai hanya karena rasa sayang yang salah menempatkan, justru akan menjadikan anak sebagai pribadi yang sulit di atur dan diasehati setelah dewasa nanti. Karena kalau begitu bukan berarti kita merasa sayang pada anak, justru sebaliknya, cara mendidik yang salah hanya akan menjerumuskan anak kepada kebiasaan yang tidak baik, sehingga tumbuh menjadi peribadi yang kurang bertanggung jawab.

Didiklah anak-anak kita sejak kecil dengan cara yang baik, seperti mengajarkan anak bagaimana bersikap sopan santun. Mengajarkan mereka pentingnya memiliki rasa tanggung jawab, dan mengajarkan mereka untuk menyadari pentingnya sebuah kebersamaan.

Itulah topik kali ini mengenai perkembangan mental anak. Semoga di bulan suci Ramadhan ini, bisa dijadikan kesempatan bagi para orang tua untuk lebih memperhatikan dan lebih mementingkan bagaimana cara mendidik anak yang baik dan benar secara islami, seperti yang dilakukan oleh Rasululloh. Semoga artikel ini bermanfaat.