Mendidik Anak Agar Taat Beribadah

No Comments
Mendidik Anak Agar Taat Beribadah. Mempunyai anak yang taat beribadah tentu merupakan hal yang sangat diinginkan oleh setiap orang tua. Namun pada kenyataannya mewujudkan harapan itu bukanlah tugas yang mudah. Meskipun di jaman modern ini sarana dan prasarana pendidikan keagamaan seperti sekolah madrasah, pesantren ataupun pendidikan formal keagamaan sudah banyak sekali didirikan, tetapi tidak lantas bisa mengatasi permasalahan akhlak anak untuk taat beribadah.

Kalau saja diperhatikan secara seksama bagaimana cara hidup anak-anak sekarang ini sepertinya masih sangat jauh dengan harapan yang sesuai dengan akhlaqul karimah yang sesuai dengan aturan agama yang baik dan benar. Banyak faktor yang mempengaruhi karakter anak walaupun mereka di sekolahkan di tempat pendidikan keagamaan. Faktor tersebut diantaranya adalah karena mudahnya anak-anak mendapatkan fasilitas multimedia yang kebanyakan tidak bisa diawasi.

Misalnya seperti media internet bebas yang bisa diakses dengan mudah hanya dari sebuah handphone. Ataupun berita-berita yang membawa kabar tentang gaya hidup bebas remaja masa kini yang tiada lagi sensor ataupun batasan. Semua itu sangat mempengaruhi karakter, cara berpikir, dan akhlak anak dalam kehidupan mereka sehari-hari. Sehingga secara tidak disadari tumbuh budaya modern bebas yang baru dalam diri dan pemikiran anak-anak.

Era globalisasi serta modernisasi memang tidak mungkin untuk dihindari pada saat ini. Akan tetapi jika saja para orang tua betul-betul menginginkan anaknya bisa menjadi pribadi yang taat untuk beribadah, sebetulnya banyak sekali cara yang memang bisa diterapkan kepada anak. Sikap tegas, keras dan disiplin merupakan cara yang masih cukup bisa diandalkan untuk mengatasi hal negatif yang berkembang pada kehidupan anak.

Menerapkan Disiplin Waktu Kepada Anak

Cara mendidik anak agar taat beribadahCara ini sangat membantu untuk membatasi terlalu banyaknya waktu anak bergaul tidak terbatas diluar rumah. Dengan mendisiplinkan agar anak selalu pulang kerumah tepat waktu sehabis sekolah, tepat waktu untuk melakukan ibadah seperti shalat jika saatnya tiba, Tepat waktu pada saat jam belajar malam. Juga tepat waktu pada saat mereka harus istirahat.

Telalu banyak waktu bermain diluar rumah tanpa bisa diawasi adalah hal yang paling banyak membentuk karakter anak menjadi dewasa dengan apa yang mereka terima diluar sana. Ya jika itu hal baik, namun jika yang mereka dapat adalah sesuatu yang tidak baik tentu saja akan berakibat buruk buat masa depan mereka nantinya.

Tegas Memberikan Hukuman Ketika Anak Salah

Sikap tegas ini yang mungkin sekarang sudah jarang sekali didapatkan oleh anak. Tidak seperti jaman dulu. Orang tua boleh dibilang semakin lunak menghadapi anak-anaknya, bahkan tidak sedikit yang lebih banyak mengalah sekalipun sikap atau perbuatan anaknya itu jelas-jelas salah. Mengalah hanya dengan alasan kasian kalo terlalu keras, takutnya malah minggat dari rumah atau anak mogok sekolah. Tidak disadari waktu ke waktu watak mereka semakin menjadi, malah berani membangkang.

Itulah kasus yang banyak terjadi awalnya didasari karena terlalu sayang. Justru pada akhirnya perbuatan mereka dan akhlak mereka jauh dari yang diharapkan oleh orang tua. Karena itulah, sikap tegas dan keras tentu perlu diterapkan jika anak melakukan kesalahan, seperti tidak mau sholat, tidak mau bangun pagi, tidak tepat pulang sekolah dll. Jangan terlalu lunak, sikap lunak dengan alasan kasian bukannya melahirkan karakter yang baik. Justru membuat anak semakin berani. Jadi jangan sampai salah mendidik anak, rasa sayang bukan berarti tidak boleh keras atau tegas.

Tanggung jawab orang tua untuk mendidik anak agar dapat menjadi anak yang taat beribadah, merupakan kewajiban yang betul-betul harus dijalankan dengan sikap tegas dan keras. Supaya sejak kecil, dari anak remaja hingga dewasa dapat menjadi terbiasa disiplin waktu, terbiasa taat kepada perintah orang tua. Tentunya kebiasaan taat itu akan membuat anak untuk taat juga kepada agama dan taat menjalankan ibadah.