Ciri Anak Memiliki Kecerdasan Tinggi

No Comments
Ciri Anak Memiliki Kecerdasan Tinggi. Sudah menjadi hal yang sangat mendasar dan tentu sangat didambakan oleh setiap orang tua, agar anaknya menjadi anak yang cerdas, jenius dan berbakat. Jika diperhatikan, setiap hari tentu ada saja perkembangan kemampuan yang dimiliki anak. Baik itu dari perkembangan berbicara, menggambar, bernyanyi, dan banyak lagi hal lainnya.

Secara umum anak baru bisa dianggap jenius atau berbakat ketika mulai masuk di usia sekolah. Tetapi walaupun begitu, ada beberapa tanda di usia dini yang bisa menunjukkan bahwa anak memiliki kecerdasan tinggi. Pada saat Anak berusia antara 2 s/d 4 tahun ada kemungkinan merupakan anak yang berbakat apabila anak menunjukkan ciri-ciri sebagai berikut ini.

  1. Memiliki talenta khusus, misalnya saja kemampuan artistik atau dalam soal berhitung atau mengingat angka. Misalnya saja, anak mampu menggambar sesuatu dengan sangat jelas atau bisa mengingat angka dengan mudah.
  2. Mencapai tonggak perkembangan (milestone) lebih awal dibanding teman seusianya.
  3. Kemampuan anak dalam menguasai bahasa yang sangat baik, misalnya mampu berbicara dalam kalimat lengkap lebih awal dibanding teman sebayanya. Anak memiliki rasa ingin tahu yang tinggi dan tidak pernah bosan bertanya.
  4. Anak sangat aktif (tetapi bukan anak yang hiperaktif). Anak yang hiperaktif hanya memiliki rentang konsentrasi rendah, sementara anak yang berbakat mampu berkonsentrasi pada satu hal untuk jangka waktu yang lama. Selain itu Anak juga memiliki keinginan kuat pada hal yang menjadi ketertarikannya serta sangat menyukai untuk melakukan aktivitas yang sulit sekalipun.
  5. Anak mempunyai imajinasi yang cukup jelas. Anak berbakat seringkali menciptakan teman didalam imajinasinya. 
  6. Anak mampu mengingat sesuatu dengan mudah dan kemudian menceritakan kembali apa yang ia pelajari dari buku, dari apa yang dia lihat saat nonton TV, atau film.

Ciri Anak Memiliki Kecerdasan Tinggi
Ciri-ciri anak yang berbakat lainnya memang cukup sulit dilihat. Ada beberapa anak berbakat yang sudah menyadari mereka berbeda dari rekan sebayanya. Hal itu bisa membuat mereka merasa terasing dan juga menjadi sasaran bullying.

Untuk menguji tingkat kecerdasan (IQ) anak bisa dilakukan sejak anak berusia tiga tahun. Selain tes IQ, bisa juga dilakukan tes bakat. Anak yang memiliki tingkat IQ 130 atau lebih dikategorikan sebagai anak jenius. Tingkat kecerdasan rata-rata adalah 85-115. Tetapi, harus kita pahami bahwa saat ini IQ hanyalah merupakan salah satu faktor dari berberapa faktor lain yang menentukan apakah anak disebut berbakat atau jenius.

Pada anak yang cerdas serta jenius sering mengalami rasa frustrasi sebab mereka mampu berpikir lebih cepat dibanding apa yang bisa mereka ekspresikan, baik secara verbal maupun fisik. Walaupun orangtua seringkali merasa penasaran mengenai apakah anak mereka mempunyai kecerdasan tinggi, kebanyakan anak tidak memerlukan tes atau uji bakat sebelum mereka masuk sekolah dasar.

Akan tetapi, para ahli menyarankan supaya anak dibawa untuk berkonsultasi apabila mereka tampak kelihatan seperti merasa bosan, atau menunjukkan gejala gangguan emosional. Misalnya saja tampak cemas, menolak untuk berpartisipasi dalam kegiatan sekolah, atau sering mengalami mimpi buruk saat tidur.