Faktor Penyebab Anak Autis

No Comments
Faktor Penyebab Anak Autis. Faktor yang menjadi penyebab anak autis atau autisme pada anak yaitu masalah tingkah laku, dan sampai saat ini ada banyak dikerjakan penelitian melacak pemicunya dengan tentu. Dengan mendapatkan hasil yang mengetahui penyebab autis dengan tentu, diinginkan kita dapat bertindak pencegahabn dengan pas. Jumlah anak yang terkena autisme diketahui semakin hari makin jadi tambah. Di Kanada serta Jepang, bertambahnya jumlah ini hingga meraih 40 % sejak 1980. Namun di California, Usa, pada tahun 2002 sudah diartikan ada 9 masalah autis per-harinya. Dengan semakin berkembangnya metode diagnosis autisme, nyaris dapat dipastikan jumlah anak ang ditemukan menderita autisme dapat makin besar.

Jumlah tersebut amat mencemaskan, karena mengingat sampai sekarang ini penyebab autisme tetap misterius, serta tetap jadi bahan perbincangan diantara beberapa pakar berkenaan di seluruh dunia. apakah sebenarnya penyebab autisme. Mari kita simak sebagian pendapat pakar dari hasil penelitian mereka perihal autisme anak. Perbincangan yang berlangsung terakhir ini sebagai perumpamaan, perihal kemungkinan penyebab autisme yang dikarenakan dikarenakan vaksinasi anak. Peneliti dari inggris andrew wakefield, serta bernard rimland dari amerika mengadakan penelitian mengenai hubungan pada vaksinasi terlebih mmr ( measles, mumps rubella ) serta autisme.


Faktor Penyebab Anak Autis
Tetapi hasil penelitian yang lain membantah hasil dari penyelidikan tersebut, namun sebagian orang tua anak penyandang autisme justru tidak senang dengan bantahan tersebut. Penyebab autisme, menurut banyak penelitian jeane smith ( usa ) bersaksi didepan kongres amerika : Kelainan autis di negeri ini telah jadi Epidemi. Saya serta beberapa orang tua anak penderta autisme yakin bahwa anak mereka yang terkena autisme dikarenakan oleh reaksi dari vaksinasi. Banyak juga pakar yang sudah lakukan penelitian serta dan menyebutkan akhirnya, bahwa bibit autisme telah ada jauh-jauh hari sebelum saat bayi dilahirkan, bahkan sebelum saat vaksinasi dikerjakan. Kelainan ini dikonfirmasikan dari hasil pengamatan pada sebagian keluarga melewati gen autisme. patricia rodier, pakar embrio dari amerika mengungkap bahwa korelasi pada autisme serta cacat lahir yang dikarenakan oleh thalidomide, serta menyimpulkan bahwa rusaknya jaringan otak dapat berlangsung sangat awal 20 hari pada waktu pembentukan janin.

Peneliti yang lain, minshew mendapatkan bahwa pada anak yang terkena autisme, mempunyai otak di bagian yang mengendalikan pusat memory serta emosi yang lebih kecil, daripada otak anak normal. Dari hasil rangkuman penelitian ini menyimpulkan bahwa, masalah perubahan otak sudah berlangsung pada semester ketiga saat kehamilan, atau pada waktu kelahiran bayi. Karin nelson, pakar neuorology amerika mengadakan penyelidikan pada protein otak dari perumpamaan darah yang di ambil dari bayi yang baru lahir. empat sampel protein dari bayi normal memiliki kandungan protein yang keci, namun empat sampel selanjutnya memiliki kandungan protein yang tinggi. dari sini lantas ditemukan bahwa bayi dengan kandungan protein otak yang tinggi ini berkembang jadi autisme serta keterbelakangan mental. nelson menyimpulkan bahwa autisme berlangsung sebelum saat bayi dilahirkan.

Perhatian dunia pada autisme serta penyebabnya sekarang ini, beberapa peneliti serta orang tua anak penyandang autisme bisa jadi lega, mengingat perhatian dari banyak negara besar didunia mengenai kelainan
autisme jadi amat serius. Pada mulanya, kelainan autisme cuma dikira sebagai akibat dari perlakuan orang tua yang otoriter pada anaknya. Disamping itu, kemajuan teknologi sangat mungkin untuk lakukan penelitian mengenai penyebab autisme dengan genetik serta metabolik. Pada bln. Mei 2000 beberapa peneliti di amerika mendapatkan ada tumpukan protein di dalam otak bayi yang baru lahir yang lantas bayi tersebut berkembang jadi anak autisme. Temuan ini barangkali bisa jadi kunci saat menemukan penyebab utama autisme hingga bisa dikerjakan tindakan pencegahannya. ( beragam sumber ) 

Semoga Informasi ini bermanfaat dan bisa menjadi bahan referensi bagi para orang tua yang kebetulan mempunyai anak tersayangnya yang Autis. Baca juga Cara Mendidik Anak Umur 2 Tahun.