Bagaimana Cara Mendidik Anak Bersikap Sopan

No Comments
Bagaimana Cara Mendidik Anak Bersikap Sopan. Kita semua tahu bahwa pada jaman sekaran ini tata krama atau sopan santun merupakan sesuatu yang mahal. Bagaimana tidak, semakin lama sikap sopan santun terutama pada anak-anak semakin berkurang, walaupun di sekolah pelajaran tentang sopan santun sudah terintegrasi dalam mata pelajaran PKN ataupun Pendidikan Agama. Sebenarnya tidak bisa juga kita menyalahkan sekolah jika anak kurang memiliki sopan santun dalan bersikap, karena pendidikan anak dalam keluarga adalah yang paling utama. Bagaimana cara mengajarkan anak sikap sopan santun.

Kecerdasan tidak menjamin mental dan watak anak bisa berkepribadian yang baik. Oleh sebab itu di rumah orang tua itu perlu mengajarkan tata krama kepada anak, dan jangan lupa harus memberikan contoh agar anak meniru. Berikut ini ada beberapa tips cara mendidik anak agar mampu bersikap sopan dan santun dalam kehidupannya sehari-hari, baik diluar maupun di dalam rumah.

  • Mulai Sejak Dini. Mengajarkan sopan santun pada anak harus dimulai sejak dini. Saat anak Anda masih balita mulailah untuk menunjukkan bagaimana bersikap sopan santun agar tertanam kuat dibenaknya. Usia sekitar 2 atau 3 tahun anak harus dibiasakan melihat orang tuanya bersikap baik dan santun.
    Bagaimana Cara Mendidik Anak Bersikap Sopan
  • Berikan Contoh Yang Baik. Mendidik anak haruslah dengan cara yang benar. Anda hanya bermimpi jika ingin melihat anak bersikap manis dan sopan santun jika. Anda sendiri tidak bersikap demikian. Pendidikan yang paling efektif adalah dengan contoh dan teladan di rumah. Sejak kecil ajarkan anak Anda dengan sikap sopan santun dengan contoh Anda sendiri. Tanpa perlu berkata-kata pun anak akan melihat sendiri bagaimana seharusnya bersikap, apalagi jika masih balita, mungkin dengan kata-kata anak tidak terlalu faham. Jadi, mulailah bersikap sopan santun dan menjadi orangtua yang memberikan teladan.
  • Terima kasih, Tolong Dan Maaf. Ini adalah tiga kata kunci dasar dalam bersikap sopan santun. Biasakan di rumah jika meminta sesuatu pada anak Anda dengan mengunakan kata “tolong”, misal tolong ambilkan Ayah Koran, tolong ambilkan Ibu minum. Jika melakukan salah, kecil apalagi besar, sengaja ataupun tidak, gunakanlah kata “maaf”, misalnya maaf ya nak, Mamah telat jemput kamu di sekolah, maafin Ayah ya karena lupa hari ini ulang tahun kamu. Jangan lupa gunakan kata “terima kasih” jika anak melakukan sesuatu untuk Anda, misalnya makasih sayang udah bantu Mamah masak. Tidak sulit bukan, tapi itu akan sangat berpengaruh bagi anak Anda. Ajarkan juga kata-kata lain seperti permisi, ucapan salam dan lainnya, cara mendidik anak dengan membiasakan katakata dan bahasa seperti itu cukup efektif bagi anak.
  • Belajar Sambil Bermain Sandiwara. Jika Anak Anda masih kecil, ajaklah dia bermain peran. Anak biasanya akan suka bermain peran dengan teman sebayanya. Libatkan diri Anda dan gunakan kesempatan ini untuk melatih sikap sopan santun mereka. Misalnya latihan berperan sebagai tamu dan tuan rumah secara bergiliran dengan anak, ajaran cara menjadi tamu yang santun, ajarkan juga anak cara menjadi tuan rumah yang baik. Anda juga bisa berperan menjadi guru dan murid, belanja di pasar dan lain-lain. Ajarkan juga anak cara menyapa orang, mengantri di tempat-tempat antrian dan bersikap pada yang lebih tua.
  • Melatih Dengan Konsisten. Namanya juga anak-anak, mereka masih sering lupa dan tak cukup diajarkan sekali untuk bersikap sopan santun. Jangan marahi mereka, ingatkan dengan lembut, ajarkan anak dengan penuh cinta. Misalnya, “Wah bidadari Ayah kok lupa bilang apa ya kalau udah di kasih hadiah?”. Dan yang terpenting adalah jangan pernah lelah mengingatkan mereka, jangan sekali-kali memaklumi karena nanti orang tua tidak konsisten di mata anak. Begitu juga jika ada orang lain yang bersikap kurang sopan pada anak Anda, ingatkan orang tersebut, ini membuktikan bahwa Anda konsisten dengan apa yang Anda ajarkan. Jika ada orang lain yang terlihat bersikap tidak sopan dan santun dihadapan anak, ingatkan dia bahwa perbuatan tersebut tidak baik.
  • Ajarkan Lewat Cerita. Ada dua hal yang biasanya tidak ditolak oleh anak, yaitu cerita dan musik (lagu). Pilihlah buku-buku cerita atau dongeng yang baik untuk dibacakan pada anak Anda. Mereka akan mengenal karakter yang santun dalam cerita tersebut dan akan meresap ke dalam hatinya.
  • Jangan Dijadikan Bahan Lelucon. Jangan pernah menjadikan lelucon atas setiap sikap kurang sopan anak, karena itu hanya akan membuat anak sulit untuk memahami arti sopan santun. Apalagi jika anak Anda masih kecil atau balita, setiap perbuatannya yang salah harus diingatkan dengan lembut, jangan dijadikan bahan tertawaan karena anak akan menganggap perbuatannya adalah hal lucu.
  • Beri Anak Perhatian. Seperti yang diajarkan oleh Rasulullah. Kadang Anak melakukan hal-hal atau sikap yang dinilai kurang santun karena untuk menarik perhatian Anda sebagai orang tua. Karena itu berikan perhatian pada buah hati Anda sesibuk apapun Anda di rumah.
  • Beri anak Pujian. Tidak adil rasanya jika anak terus diingatkan tentang kesalahannya, sementara dia tidak mendapatkan sesuatau atas eberhasilannya. Jika anak bersikap baik dan sopan, berikan pujian namun tidak usah terlalu berlebihan, seperti ucapan “Wah pintar anak Mamah”. Atau jika perlu berilah anak imbalan berupa makanan atau minuman kesukaannya.
  • Sabar Dan Beri Waktu. Mengajarkan sopan santun harus terus dilakukan dengan konsisten dan penuh kesabaran. Mungkin anak butuh waktu yang tidak sebentar, seminggu atau dua minggu tidak akan cukup. Ajari anak Anda dengan telaten dan jangan marah-marah jika anak masih mengulangi perbuatannya.
  • Kenalkan Dengan Agama. Bagaimanapun Agama merupakan pilar yang sangat penting bagi semua manusia. Kenalkan Anak Anda dengan Agama sejak dini, nilai-nilai moral dalam Agama sangat penting untuk perkembangan kepribadian anak saat ia besar nanti.
  • Ikat Dengan Do’a. Do’a orang tua untuk anaknya adalah do’a yang sangat tulus. Kita banyak berusaha menerapkan semua tips mendidik anak tanpa meminta dan memohon pada Yang Menciptakan dan Menitipkan buah hati pada Anda adalah bukan perbuatan yang benar dan bijak. Ikatlah anak dengan do’a, apalagi semakin lama anak Anda akan semakin dewasa, Anda tidak mungkin mengawasinya selama 24 jam penuh, dengan siapa dia berteman di sekolah, tempat les atau di dunia maya dan apa saja yang dapat mempengaruhinya.

Selebihnya titipkan buah hati Anda pada Tuhan Sang Maha Penyayang. Itulah beberapa cara mendidik anak bersikap sopan santun yang bisa Anda terapkan sebagai orang tua pada anak sejak dini. Mengajarkan anak sikap sopan santun dengan penuh cinta, kelembutan, teladan dan disertai do’a untuk buah hati tercinta.