Cara Anak Biar Cepat Jalan

No Comments
Cara Anak Biar Cepat Jalan. Proses pertumbuhan dan perkembangan anak tentu saja ada tahapannya. untuk bayi yang baru lahir proses tersebut sangat membutuhkan waktu yang lumayan lama supaya anak bisa tumbuh dengan sempurna. Sejak mulai anak belajar telungkup, merangkak, berdiri, berjalan, sampai sang balita pintar berbicara. Proses itu membutuhkan waktu setidaknya satu tahun. Selaku orang tua, tentunya saja anda sangat menginginkan agar anak bisa cepat tumbuh sehingga anda merasa sangat bahagia sebab sang buah hati mampu tumbuh lebih cepat. Akan tetapi sebenarnya hal tersebut belum tentu akan baik.

Proses belajar untuk bisa berjalan, bayi membutuhkan waktu 11 sampai 12 bulan, dan hal tersebut juga harus didukung dengan cara memberikan asupan makanan yang baik serta bergizi, supaya bayi tetap dalam keadaan sehat. Proses belajar berjalan pada anak bayi, harus diajarkan dengan sangat hati-hati, sebab anak bayi secara umum sangat mudah mengalami trauma. Sehingga apabila anak sudah mengalami jatuh terkadang ia akan takut untuk kembali untuk mencobanya.

Anda sebagai ibu tentu ingin melihat buah hati tercinta cepat bisa berjalan. Para orang tua tentunya sudah mengetahui bahwa merawat anak bayi itu bisa membuat ibu menjadi langsing karena kecapean. Bagaimana tidak, baru selesai pada fase terbangun serta menangis di malam hari, kemudian pada saat usia anak genap satu tahun biasanya akan segera disusul dengan perkembangan anak bayi dengan pesat. Yaitu sang anak mulai belajar berjalan. Tetapi seberapapun rasa cape yang dirasakan oleh ibu, sepertinya tidak seberapa jika dibandingkan dengan rasa bahagia saat melihat buah hati kesayangan sudah dapat bergerak dengan merangkak maupun berjalan sesukanya.

Pada saat anda melihat cara berjalan anak bayi yang belum benar, biasanya ibu justru lebih merasa khawatir terhadap anak bayinya, sebab takut anak jatuh atau terantuk. Hal itu justru akan mengakibatkan eksplorasi bayi menjadi terbatas. Justru pengalaman pada saat jatuh ketika anak belajar berjalan itu justru akan menjadikan pengalaman berharga untuknya. Pada saat anak jatuh, ia justru akan merasa makin tertantang serta berintrospeksi secara alami. Pengalaman jatuh tersebut bisa dijadikan anak untuk berintrospeksi, tentu saja dengan cara diarahkan oleh sang ibu. Anak akan belajar saat menghadapi jalan yang licin, memori terhadap pengalaman yang tidak menyenangkan pada saat jatuh akan muncul didalam pikirannya sehingga ketia ia berada di tempat yang licin, ia akan berpikir harus berpegangan serta hati-hati agar tidak jatuh lagi.

Nah, kondisi Refleks seperti itu apabila muncul secara terus-menerus akan terakumulasi sebagai suatu bentuk keterampilan yang akan membuat anak semakin siaga. Oleh sebab itu semakin banyak pengalaman yang ia dapatkan, dan semakin banyak proses pembelajaran dan data yang diperoleh anak, itu akan menjadi bekal bagi sang anak supaya dapat berjalan dengan normal.

Dibawah ini ada beberapa tips yang dapat anda perhatikan.

Saat anak bayi berusia antara 9 sampai dengan 11 bulan dan sudah dapat berdiri sendiri, maka perhatikan dengan seksama. Apakah cara berdiri anak anda sudah tegak?  Kemudian seberapa lama anak anda mampu bertahan berdiri? Apabila anak anda belum bisa melakukannya, sebagai orang tua, ibu jangan bosan untuk melatihnya kembali sehingga anak mampu berdiri tegap untuk waktu yang cukup lama. Anda bisa pancing sang anak dengan mainan favoritnya dengan dimainkan di atas kepalanya. Hal ini akan semakin memberikan rasa penasaran pada anak bayi untuk meraih mainan tersebut, sehingga ia akan berusaha menegakkan posisi badannya.

Lalu apabila anak bayi anda sudah dapat berdiri sendiri tanpa berpegangan, ibu harus mengamati apakah ia sudah bisa dengan mantap berdiri dan berapa lama sang anak tersebut mampu bertahan. Apabila sudah bisa berdiri tegap, itu tandanya anak sudah siap mendapat stimulasi berjalan. Perhatikan apakah posisi jari kaki anak ibu menekuk atau tidak. Bila posisi menekuk, itu pertanda anak masih memerlukan stimulasi agar lebih berani dan terbiasa menahan beban berat badannya dengan cara bertumpu pada kedua kakinya.

Kemudian apabila jari kakinya tidak menekuk, maka mulailah mengajaknya agar mau ditatih. Biarkan kedua tangannya memegangi kedua tangan ibu, lalu ajak anak anda melangkahkan kaki. Jika susah dan belum terbiasa, posisikan kedua telapak kakinya di atas punggung kaki Anda. Sambil tangan ibu tetap memegang kedua tangannya, lalu ajak ia mulai melangkah. Supaya suasana menyenangkan ibu bisa sambil bernyanyi pada saat melangkahkan kaki.

Setelah anak dapat berjalan merambat, secara umum anak mengetahui bagaimana cara ia menggerakkan kaki ke depan dan ke samping. Inilah saat yang sangat tepat untuk mengajaknya agar mau ditatih. Juga berikan kesan pada sang anak bahwa bisa berjalan itu sanagat menyenangkan, dengan cara memberinya senyum.

Pada saat langkah kaki anak sudah teratur, anda harus mencoba memberanikan diri hanya memberikan jari telunjuk tangan kanan atau kiri untuk dipegangi oleh anak ketika ditatih. Biarkan anak melangkahkan kakinya. Ibu mengikutinya saja serta wajib membuatnya berhenti atau mengalihkan arah jika anak menuju ke tempat yang dianggap berbahaya.

Apabila anak terlihat tak lagi mengalami kesulitan dan mulai lancar, maka pada saat itulah anda mulai menstimulasi agar ia mau berjalan sendiri tanpa merambat atau tanpa harus anda pegang. Berilah anak stimulus yang dapat memancing sang anak untuk bergerak dengan cara melangkah menuju arah stimulus. Bentuk pancingan ini sangat beragam, dapat menggunakan mainan atau bisa juga dengan makanan yang disukai anak. Biasakan anak bayi anda dengan latihan seperti itu secara rutin setiap hari supaya otot anak terlatih sehingga ia menggemari kegiatan setiap kegiatan baru.

Itulah tips pada kesempatan ini, semoga bermanfaat serta bisa membantu para orang tua, terutama para ibu yang menginginkan anaknya biar cepat bisa berjalan.